Kebijakan Repositori dan Pengarsipan Mandiri

Kebijakan Repositori dan Pengarsipan Mandiri

HAPDIS (Harmoni Pendidikan, Islam dan Sains) mendukung penuh para penulis dalam membagikan dan menyebarluaskan hasil penelitian mereka. Untuk memastikan transparansi dan memaksimalkan dampak dari riset yang dipublikasikan, kami mengizinkan penulis untuk menyimpan semua versi naskah mereka di repositori institusi maupun repositori berbasis subjek, dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Versi yang Dikirimkan (Pre-print)

  • Kebijakan: Penulis diizinkan untuk menyimpan draf awal naskah yang dikirimkan (sebelum melalui proses peer-review) di situs web pribadi, server preprint, atau repositori institusi.

  • Ketentuan: Penulis harus menyatakan bahwa naskah tersebut telah dikirimkan ke HAPDIS. Setelah naskah diterima, penulis sangat disarankan untuk memperbarui preprint tersebut dengan menyematkan tautan ke artikel yang telah terbit resmi.

2. Versi yang Diterima (Post-print / Accepted Manuscript)

  • Kebijakan: Penulis dapat menyimpan versi naskah yang telah direviu dan dinyatakan diterima (sebelum proses tata letak/format final oleh penerbit) di repositori institusi atau repositori subjek non-komersial segera setelah dinyatakan diterima (accepted).

  • Masa Embargo: Tidak ada masa embargo.

  • Ketentuan: Harus mencantumkan pernyataan seperti: "Ini adalah versi naskah yang telah disetujui dan diterima untuk dipublikasikan di Jurnal HAPDIS."

3. Versi yang Diterbitkan (Version of Record)

  • Kebijakan: Karena HAPDIS adalah jurnal berakses terbuka penuh (Open Access) di bawah lisensi Creative Commons Attribution (CC BY), penulis sangat dianjurkan untuk menyimpan versi PDF final yang telah terbit (Version of Record) di repositori institusi mana pun, jejaring sosial akademik (misalnya: ResearchGate, Academia.edu), atau situs web pribadi segera setelah publikasi.

  • Masa Embargo: Nol embargo (Dapat dibagikan secara langsung).

  • Ketentuan: Penulis wajib mengutip publikasi aslinya di HAPDIS secara tepat dan menyertakan tautan resmi Digital Object Identifier (DOI).